Hening.
Itulah awalnya masuk kelas baru, walaupun sebelumnya udah pada kenal tapi suasana kelas baru tetep aja, canggung. Diem-dieman, clingak-clinguk, galau. Liat jendela, eh ujan, galau --'.
Tapi semua berubah, berjuta tahun berlalu
dan kita akhirnya saling kenal. Pelajaran demi pelajaran, remidi demi remidi telah kita lalui bersama. Rasa akrabpun terjalin dengan sendirinya, tanpa tekanan, tanpa dorongan, tanpa tumbukan dan tegangan permukaaan. Kekompakan itu nyata ada, dari liga ganesha sampai kobagama kita terus bersama. Walaupun ngga pernah ditakdirkan juara (keinginan tidak imbangi kemampuan, haha), tapi kebersamaan yang jadi poin utama!
dan kita akhirnya saling kenal. Pelajaran demi pelajaran, remidi demi remidi telah kita lalui bersama. Rasa akrabpun terjalin dengan sendirinya, tanpa tekanan, tanpa dorongan, tanpa tumbukan dan tegangan permukaaan. Kekompakan itu nyata ada, dari liga ganesha sampai kobagama kita terus bersama. Walaupun ngga pernah ditakdirkan juara (keinginan tidak imbangi kemampuan, haha), tapi kebersamaan yang jadi poin utama!
Semua itu bikin kita tau karakter masing-masing, karakter yang ngga pernah bisa disamakan. Ya, beda.
Tapi kenyataannya, perbedaan ngga membuat terjadinya bentrokan di kelas kok.
Mawar aja ngga akan indah kalau cuma satu warna. So, perbedaan itu perlu kan?
Yaa, satu hal yang kita inget. Ngga sama bukan berarti ngga bisa bersama :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar