THE RAID! Film yang sebelumnya berjudul 'Serbuan Maut' ini telah meraih sejumlah penghargaan di berbagai festival film
internasional antara lain, dalam Toronto International Film Festival
(TIIF), menyabet penghargaan tertinggi ‘The Cadillac People’s Choice
Award’. Film laga ini juga meraih penghargaan sebagai film terbaik dan
sekaligus Audience Award di Jameson Dublin International Film Festival
dan menjadi film favorit juri di Festival Film Sundance. Film ini adalah kerja sama kedua antara Evans dan Uwais setelah film aksi pertama mereka, Merantau, yang diluncurkan pada tahun 2009. Dengan proyek ini, mereka hendak menonjolkan seni bela diri tradisional Indonesia, pencak silat, dalam tata laga mereka. Penata laga untuk The Raid adalah Iko Uwais dan Yayan Ruhian, sama seperti pada Merantau, dengan sejumlah ide dari Gareth Evans sendiri. Untuk Scoring Musik film ini di garap oleh Mike Shinoda personel dari LINKIN PARK. Film ini hak distribusinya sudah dibeli oleh Sony Pictures
Worldwide Acquisition, sehingga film ini bisa diputar di seluruh
Amerika, Kanada, Inggris, Australia, Prancis, Jerman, Jepang, Cina, dan
masih banyak negara lain-nya.
The Raid sendiri bercerita mengenai sebuah tim elit polisi yang
mencoba menyerbu sarang mafia. Apartemen bobrok yang akan diserbu ini
merupakan tempat persembunyian penjahat kelas kakap yang selama ini
diincar polisi. Selama ini sudah beberapa kali polisi mencoba menyerbu
sarang penyamun tersebut, tapi mereka tidak pernah berhasil. Kali ini
pun, tim elit polisi yang mencoba menyerbu tempat ini harus berhadapan
dengan” neraka” ketika rencana penyerbuan mereka berubah menjadi acara
pembantaian oleh pihak mafia.
Letak keistimewaan The Raid ada pada bagian aksinya. Koreografi pertarungan The Raid sangatlah memukau. Selain brutal, sadis, dan ganas, pertarungan di The Raid
juga berkesan nyata. Kursi, meja, dan berbagai peralatan lain yang
digunakan untuk bertarung tidak lantas hancur berantakan begitu
dipukulkan ke badan lawan. Dan yang pasti, efek darah yang digunakan
sekarang jauh lebih realistis, beda dengan garapan sutradara Gareth
Evans sebelum ini (Merantau), yang menggunakan darah berwarna
pink. Dari begitu banyak adegan tarung di film laga, tapi hanya
sedikit film yang bisa menyamai serunya pertarungan di The Raid. Sekedar untuk peringatan saja, pertarungan di The Raid selalu penuh dengan darah dan adegan kekerasan yang sadis, jadi bersiaplah untuk merasa miris jika mau menonton.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar